Jumat, 22 April 2016

Q & A Obsessed


Q: gimana sih caranya supaya mantannya pacar nggak nggangguin pacar mulu?
A: menurut gue, antara mantan pacar lo dan pasangan lo adalah urusan mereka berdua. Jadi lo jangan ikut-ikutan melabrak atau memarahi si mantan pacar. Keep your pride. Tugas lo hanya mengingatkan ke pasangan lo bahwa lo nggak nyaman dengan gangguan yang datang dari si mantannya itu. Kalau pasangan lo menghargai lo, pasti dia sebisa mungkin membuat lo jadi nyaman.

Q: kalo mantannya dia udah move on tapi pasangan saya belum?
A: putusin aja si pasangan itu, emangnya perempuan atau laki-laki cuma dia doang. Cari yang laen!

Q: mungkin aja si pasangan masih butuh waktu untuk melupakan mantan?

A: bullshit. Kalau masih butuh waktu move on dari yang lama, ya jangan jadian sama yang sekarang dong. Ini nasihat buat para perempuan, do not be an option to someone. You should be his only choice. Titik.

Q: Terus gimana kalau lo sebagai perempuan udah cinta banget sama laki-laki itu. Tapi laki-laki itu belum pasti?
A: find another. Perempuan itu kodratnya dicintai. Sel sperma aja harus berenang sekuat tenaga  mati-matian semantara sel telur anteng-anteng aja. Kodratnya laki-laki emang begitu. If a man want to be with you, he’ll make every effort to be with you. no excuses.

Q: gimana kalo ada cewek yang keras kepala, ngotot banget sama tuh cowok, tapi cowoknya nggak cinta sama dia? How should I tell her?
A: capek. Kalo dibilangin nggak bisa, ya udah. Bantu dengan kenalin ke cowok baru aja. Kali matanya terbuka.
Gini, cewek itu fungsinya kasih sign, clear signs bahwa lo suka atau nggak. Laki itu fungsinya follow up signs itu.

Q: Kalo udah dikasih signs terus nggak ada follow up nya gimana?
A: Kemungkinan ada dua, 1. Dia nggak suka sama lo,  2. Dia dodol
Don’t waste your time on somebody you don’t like or doesn’t like you.

Q: perlu nggak sih pacaran sebelum nikah?
A: menurut gue, saling mengenal itu perlu. Biar nggak beli kucing dalam karung. Yang perlu diketahui minimal pandangannya tentang hidup, prinsip moralitasnya dan seberapa besar dia menghargai perempuan.

Q: gimana ya caranya mutusin pasangan yang nggak mau diputusin? Tapi maunya putus baik-baik.
A: di mana-mana  putus juga nggak ada yang baik-baik. Mau putus sambil senyum juga pasti sakit.

Q: maksudnya, aku mau hubungannya tetep baik-baik setelah putus itu. Tetep temenan
A: mau putus apa nggak sih lo? Temenan abis putus itu bullshit.
Nggak usah leading laki-laki atau perempuan dengan bilang kita temenan aja. Dia pasti terus akan berharap, dan lo juga nggak mau digituin kan?
Jadi gini, the minute you decide to break up, you have to be ready to erase him or her completely. Don’t expect they’ll stay in your life as friends, itu egois namanya. They deserve to meet new people too.

Q: sampai batas apa sayang sama orang itu normal?
A: kenapa sayang harus berbatas normal?

Q: kalau kenal di dunia maya dan langsung suka tanpa ada alasan kenapa suka, gimana itu?
A: does love need any reason? Scientifically, human emotions itu sesuatu yang nggak bisa dijelaskan. Kenapa kita deg-degan kalau deket sama orang tertentu, kenapa jatuh cinta, kenapa suka, kenapa naksir, secara sains nggak bisa dijelaskan.
Jadi nggak usah capek-capek menganalisis  perasaan sendiri kenapa suka, ya udah nikmati aja perasaaan suka itu. Falling in love itu menyenangkan kan?
Jatuh cinta itu berbalas atau nggak, pasti menyenangkan, you have something to look forward to.

Q: saya naksir seseorang tapi nggak berani bilang? Karena takut dianya nggak suka terus jadi jauh dan bubar.
A: saran gue, jangan pernah pakai kata “teman”. Si laki-laki itu yang tadinya–mungkin juga suka sama lo pasti agak-agak berubah. Tapi yang jelas when I like somebody, I tell him. Walau dengan kalimat sederhana, seperti: “I think I like spending time with you. I don’t know why, I just do.” Kalau perasaan itu berbalas, pasti laki-laki itu senyum agak berbunga-bunga. Tapi kalau dia balas: “me too, you’re my best friend right now.” Bubar deh.

Gini, mending bilang tapi ditolak atau diem-diem aja dan “menonton” dia mencintai orang lain eventually? Nembak tapi ditolak itu supaya buat wake up call supaya lo move on dan nggak mikirin yang itu aja. Supaya berhenti berharap.
Sometimes, women can be clueless. Naksir laki-laki tapi diem-diem aja, senyum-senyum aja dan berharap si laki-laki nangkep. Men are not mind readers!
Bilang aja, cara bilangnya gue juga nggak tau. Lebih baik nangis 3 hari karna ditolak, daripada menangis dalam hati bertahun-tahun memendam rasa.
Dan selama lo masih berharap, lo otomatis menutup hati lo dari melirik yang lain. Yang rugi diri lo sendiri. Menutup kesempatan.

Q: kalau kasusnya kebalik gimana? Si cowok yang “takut”, padahal ceweknya udah blakblakan.
A: bencong, cari laki lain aja.

Q: will you wait with absolute uncertainty for someone? Will you trade your ideals with someone you can’t live without?
A: is that someone worth it? Yang jelas, pengorbanan apapun yang lo lakukan demi cinta, itu atas dasar kerelaan dan keikhlasan lo sendiri. Dan lo nggak akan ungkit-ungkit di kemudian hari, misalnya: “aku kan udah berhenti kerja demi kawin sama kamu!” atau “aku udah pindah agama demi kamu!” walaupun dia yang tadinya meminta lo untuk melakukan itu, keputusan akhir ada di lo kan? So, don’t blame people for your own decision.

Well, this is my fav Q & A for twivortiare. Hoping it helps…
So interesting and fucking fun. And I do adore Ika damn much. Hoping to see her soon.

3 komentar: