Q: gimana sih caranya supaya
mantannya pacar nggak nggangguin pacar mulu?
A: menurut gue, antara mantan pacar
lo dan pasangan lo adalah urusan mereka berdua. Jadi lo jangan ikut-ikutan
melabrak atau memarahi si mantan pacar. Keep your pride. Tugas lo hanya
mengingatkan ke pasangan lo bahwa lo nggak nyaman dengan gangguan yang datang
dari si mantannya itu. Kalau pasangan lo menghargai lo, pasti dia sebisa
mungkin membuat lo jadi nyaman.
Q: kalo mantannya dia udah move on
tapi pasangan saya belum?
A: putusin aja si pasangan itu,
emangnya perempuan atau laki-laki cuma dia doang. Cari yang laen!
Q: mungkin aja si pasangan masih
butuh waktu untuk melupakan mantan?
A: bullshit. Kalau masih butuh waktu move on dari yang lama, ya jangan jadian sama yang sekarang dong. Ini nasihat buat para perempuan, do not be an option to someone. You should be his only choice. Titik.
Q: Terus gimana kalau lo sebagai
perempuan udah cinta banget sama laki-laki itu. Tapi laki-laki itu belum pasti?
A: find another. Perempuan itu
kodratnya dicintai. Sel sperma aja harus berenang sekuat tenaga mati-matian semantara sel telur anteng-anteng
aja. Kodratnya laki-laki emang begitu. If a man want to be with you, he’ll make
every effort to be with you. no excuses.
Q: gimana kalo ada cewek yang keras
kepala, ngotot banget sama tuh cowok, tapi cowoknya nggak cinta sama dia? How
should I tell her?
A: capek. Kalo dibilangin nggak
bisa, ya udah. Bantu dengan kenalin ke cowok baru aja. Kali matanya terbuka.
Gini, cewek itu fungsinya kasih
sign, clear signs bahwa lo suka atau nggak. Laki itu fungsinya follow up signs
itu.
Q: Kalo udah dikasih signs terus
nggak ada follow up nya gimana?
A: Kemungkinan ada dua, 1. Dia nggak
suka sama lo, 2. Dia dodol
Don’t waste your time on somebody
you don’t like or doesn’t like you.
Q: perlu nggak sih pacaran sebelum
nikah?
A: menurut gue, saling mengenal itu
perlu. Biar nggak beli kucing dalam karung. Yang perlu diketahui minimal
pandangannya tentang hidup, prinsip moralitasnya dan seberapa besar dia
menghargai perempuan.
Q: gimana ya caranya mutusin
pasangan yang nggak mau diputusin? Tapi maunya putus baik-baik.
A: di mana-mana putus juga nggak ada yang baik-baik. Mau
putus sambil senyum juga pasti sakit.
Q: maksudnya, aku mau hubungannya
tetep baik-baik setelah putus itu. Tetep temenan
A: mau putus apa nggak sih lo?
Temenan abis putus itu bullshit.
Nggak usah leading laki-laki atau
perempuan dengan bilang kita temenan aja. Dia pasti terus akan berharap, dan lo
juga nggak mau digituin kan?
Jadi gini, the minute you decide
to break up, you have to be ready to erase him or her completely. Don’t expect
they’ll stay in your life as friends, itu egois namanya. They deserve to meet
new people too.
Q: sampai batas apa sayang sama
orang itu normal?
A: kenapa sayang harus berbatas
normal?
Q: kalau kenal di dunia maya dan
langsung suka tanpa ada alasan kenapa suka, gimana itu?
A: does love need any reason?
Scientifically, human emotions itu sesuatu yang nggak bisa dijelaskan. Kenapa
kita deg-degan kalau deket sama orang tertentu, kenapa jatuh cinta, kenapa
suka, kenapa naksir, secara sains nggak bisa dijelaskan.
Jadi nggak usah capek-capek
menganalisis perasaan sendiri kenapa
suka, ya udah nikmati aja perasaaan suka itu. Falling in love itu menyenangkan
kan?
Jatuh cinta itu berbalas atau
nggak, pasti menyenangkan, you have something to look forward to.
Q: saya naksir seseorang tapi nggak
berani bilang? Karena takut dianya nggak suka terus jadi jauh dan bubar.
A: saran gue, jangan pernah pakai
kata “teman”. Si laki-laki itu yang tadinya–mungkin juga suka sama lo pasti
agak-agak berubah. Tapi yang jelas when I like somebody, I tell him. Walau
dengan kalimat sederhana, seperti: “I think I like spending time with you. I
don’t know why, I just do.” Kalau perasaan itu berbalas, pasti laki-laki itu
senyum agak berbunga-bunga. Tapi kalau dia balas: “me too, you’re my best
friend right now.” Bubar deh.
Gini,
mending bilang tapi ditolak atau diem-diem aja dan “menonton” dia mencintai
orang lain eventually? Nembak tapi ditolak itu supaya buat wake up call supaya
lo move on dan nggak mikirin yang itu aja. Supaya berhenti berharap.
Sometimes,
women can be clueless. Naksir laki-laki tapi diem-diem aja, senyum-senyum aja
dan berharap si laki-laki nangkep. Men are not mind readers!
Bilang aja,
cara bilangnya gue juga nggak tau. Lebih baik nangis 3 hari karna ditolak,
daripada menangis dalam hati bertahun-tahun memendam rasa.
Dan selama
lo masih berharap, lo otomatis menutup hati lo dari melirik yang lain. Yang
rugi diri lo sendiri. Menutup kesempatan.
Q: kalau kasusnya kebalik gimana? Si
cowok yang “takut”, padahal ceweknya udah blakblakan.
A: bencong, cari laki lain aja.
Q: will you wait with absolute
uncertainty for someone? Will you trade your ideals with someone you can’t live
without?
A: is that someone worth it? Yang
jelas, pengorbanan apapun yang lo lakukan demi cinta, itu atas dasar kerelaan
dan keikhlasan lo sendiri. Dan lo nggak akan ungkit-ungkit di kemudian hari,
misalnya: “aku kan udah berhenti kerja demi kawin sama kamu!” atau “aku udah
pindah agama demi kamu!” walaupun dia yang tadinya meminta lo untuk melakukan
itu, keputusan akhir ada di lo kan? So, don’t blame people for your own
decision.
Well, this
is my fav Q & A for twivortiare. Hoping it helps…
So
interesting and fucking fun. And I do adore Ika damn much. Hoping to see her
soon.
nahhhh langsung diterapin tuh kakkkk~
BalasHapusmakasih yaaa... hope everything goes well :))
HapusNyindir tapi bener sih😂😂
BalasHapus