Brave.
What
do you think when I’m mention that word?
I’ve
read it somewhere that “everyone can not be strong, but everyone can be brave”.
Brave
dalam artian melakukan sesuatu lho yaa, bukan malah “brave to think” or “brave
to dream”, kalo itu mah nggak termasuk. “think” and “dream” itu something yang
nggak penting kalo nggak dilakuin. Thinking-dreaming bakalan wasting kalo nggak
doing something, karna thinking sama dreaming itu sesuatu yang kamu keep sendiri,
nggak bakalan kasih efek kesiapapun kecuali ke diri kamu sendiri. Itu mah udah
bagus kalo bisa kasih efek ke diri kamu, at least give a motivation to yourself
gitu, jadi ada manfaatnya. Tapi kalo yang nggak ngefek sama sekali bahkan ke
dirinya sendiri kayak stay on comfort zone terus sampai kiamatjuga
nggak bakal berhasil-berhasil. Yang bisa nentuin-mastiin-mutusin ya diri kamu
sendiri, jangan salahin orang-orang disekitar kalo ambil langkah yg salah. Itu mah
salah diri sendiri karna gampang terpersuasi. Intinya, brave for everything
deh, even for faith in principle.
Ya
gimana lagi, kalo nggak bisa kuat seterusnya ya seenggaknya bisa berani kapanpun.
Semua manusia bisa kok, tergantung diri sendiri aja.
“ Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib
suatu kaum hingga mereka mengubah diri mereka sendiri ”. (Q.S. Ar-Ra’d:11)
Udah
dijamin sama Tuhan jadi nggak usah khawatir, kalo mau berubah ya
dimulai dari diri sendiri.
But
anyway sometimes lho yaa… semua itu nggak berlaku dalam love thing, at least
for me mulai sekarang….
There’s
so many my friends especially girls yang sometimes desperate karna “nunggu”.
apalagi
jaman-jaman called “LetsKnowEachOtherVeryWellFirst”
crap banget nggak sih. Someone said, “Kalo sama-sama nunggu sesuatu itu terjadi
ya nggak akan terjadi. Pilihan dari pemenuhan keinginan itu cuma ada dua,
menunggu atau melakukan sesuatu”.
Nah,
that’s a choice…. Menunggu atau melakukan sesuatu.
but
if I can say now, the woman have to “wait” and all the men can do is “doing
something”. I got that principles for now on….
Diakui
atau tidak, semodern apapun dunia ini, dalam beberapa hal perempuan masih tetap
harus menunggu untuk mendapatkan sesuatu. (keknya aku pernah baca ini dibuku, entah lupa judulnya).
Lagian,
there’s a quote out there saying “a boy speaks, a gentleman acts” yang
bener-bener niat pasti act doing something kok. Pasti juga ada effort. Pasti juga
fight for you. If a man wants to be with you, he’ll make an effort to be with
you.
Kalo
kata Alexandra, udah kodratnya cowok yang harus chase dan perempuan tinggal nunggu
duduk manis dirumah. Tapi nggak menutup kemungkinan kalo perempuan harus take a
step dulu saking gemesnya, but then if the guy didn’t brave enough and didn’t get
it at all yaa kebangetan berarti. Like
seriously, let me get this straight. Girls have periods, cramps, babies,
wrinkles and everything else. At least what a man could do is text us first. Tapi
balik ke diri kita sendiri, semuanya pilihan. Your choice.