Minggu, 31 Januari 2016

Brave


Brave.
What do you think when I’m mention that word?
I’ve read it somewhere that “everyone can not be strong, but everyone can be brave”.
Brave dalam artian melakukan sesuatu lho yaa, bukan malah “brave to thinkor “brave to dream”, kalo itu mah nggak termasuk. “think” and “dream” itu something yang nggak penting kalo nggak dilakuin. Thinking-dreaming bakalan wasting kalo nggak doing something, karna thinking sama dreaming itu sesuatu yang kamu keep sendiri, nggak bakalan kasih efek kesiapapun kecuali ke diri kamu sendiri. Itu mah udah bagus kalo bisa kasih efek ke diri kamu, at least give a motivation to yourself gitu, jadi ada manfaatnya. Tapi kalo yang nggak ngefek sama sekali bahkan ke dirinya sendiri kayak stay on comfort zone terus sampai kiamatjuga nggak bakal berhasil-berhasil. Yang bisa nentuin-mastiin-mutusin ya diri kamu sendiri, jangan salahin orang-orang disekitar kalo ambil langkah yg salah. Itu mah salah diri sendiri karna gampang terpersuasi. Intinya, brave for everything deh, even for faith in principle.
Ya gimana lagi, kalo nggak bisa kuat seterusnya ya seenggaknya bisa berani kapanpun. Semua manusia bisa kok, tergantung diri sendiri aja.
“ Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum hingga mereka mengubah diri mereka sendiri ”.  (Q.S. Ar-Ra’d:11)
Udah dijamin sama Tuhan jadi nggak usah khawatir, kalo mau berubah ya dimulai dari diri sendiri.
But anyway sometimes lho yaa… semua itu nggak berlaku dalam love thing, at least for me mulai sekarang….
There’s so many my friends especially girls yang sometimes desperate karna “nunggu”.
apalagi jaman-jaman called “LetsKnowEachOtherVeryWellFirst” crap banget nggak sih. Someone said, “Kalo sama-sama nunggu sesuatu itu terjadi ya nggak akan terjadi. Pilihan dari pemenuhan keinginan itu cuma ada dua, menunggu atau melakukan sesuatu”.
Nah, that’s a choice…. Menunggu atau melakukan sesuatu.
but if I can say now, the woman have to “wait” and all the men can do is “doing something”. I got that principles for now on….
Diakui atau tidak, semodern apapun dunia ini, dalam beberapa hal perempuan masih tetap harus menunggu untuk mendapatkan sesuatu. (keknya aku pernah baca ini dibuku, entah lupa judulnya).
Lagian, there’s a quote out there saying “a boy speaks, a gentleman acts” yang bener-bener niat pasti act doing something kok. Pasti juga ada effort. Pasti juga fight for you. If a man wants to be with you, he’ll make an effort to be with you.
Kalo kata Alexandra, udah kodratnya cowok yang harus chase dan perempuan tinggal nunggu duduk manis dirumah. Tapi nggak menutup kemungkinan kalo perempuan harus take a step dulu saking gemesnya, but then if the guy didn’t brave enough and didn’t get it at all yaa kebangetan berarti. Like seriously, let me get this straight. Girls have periods, cramps, babies, wrinkles and everything else. At least what a man could do is text us first. Tapi balik ke diri kita sendiri, semuanya pilihan. Your choice.

1 komentar: