Al-Alusi menyatakan hal
yang sama dengan Al-Zamakhsyari yaitu tugas laki-laki memimpin perempuan
sebagai mana pemimpin memimpin rakyat dalam bentuk perintah, larangan dan yang
semacamnya.
Telah diriwayatkan bahwa
Asma’ bin Kharijah al-Fazaari berkata kepada anaknya ketika anaknya menikah,
“Sesungguhnya engkau telah keluar dari
kehidupanmu, tempat engkau tumbuh. Engkau akan pindah ke tempat tidur orang
yang belum pernah engkau kenal. Seorang teman yang tidak pernah akrab denganmu.
Jadilah engkau bumi baginya, maka ia akan menjadi langit bagimu. Jadilah engkau
lantai baginya, maka ia akan menjadi tiang bagimu. Jadilah engkau budak
perempuan baginya, maka ia kan menjadi budak laki-laki bagimu. Jangan pernah
engkau menjauhinya, maka ia akan meninggalkan kamu. Apabila ia dekat denganmu,
maka dekatkanlah dirimu kepadanya. Dan apabila ia menjauh darimu, maka
jauhkanlah dirimu darinya. Jagalah penciumannya, pendengarannya, penglihatannya
dari hal-hal yang akan merusak. Janganlah engkau mencium darinya kecuali kebaikan.
Dan jangan membuat dirinya mendengar darimu kecuali kebaikan. Dan janganlah ia
melihat kepadamu kecuali kebaikanmu.”
Ibarat kata, istri seyogyanya menjadi tumpuan
dan sandaran bagi suami dalam keadaan apapun serta menjaga harkat martabat
keluarganya.
Dalam pandangan Islam,
perempuan bukanlah musuh atau lawan kaum laki-laki. Sebaliknya, perempuan dan
laki-laki adalah satu kesatuan dimana perempuan diciptakan dari tulang rusuk
belakang sebelah kiri laki-laki. Perempuan adalah pelengkap lak-laki dan laki-laki
adalah pelengkap perempuan. Perempuan adalah bagian dari laki-laki dan
laki-laki adalah bagian dari perempuan.
Rasulullah SAW berwasiat
kepada kaum laki-laki untuk selalu menjaga istri-istrinya: “Berikan nasihat
kepada istri-isri kalian, sebab wanita diciptakan dari tulang rusuk yang
bengkok. Yang paling bengkok dari tulang rusuk tersebut adalah bagian atas.
Jika kalian salah dalam meluruskannya, niscaya ia akan patah. Dan jika kalian
membiarkannya (tidak meluruskannya),
niscaya ia akan tetap bengkok. Oleh karena itu, nasihati mereka dengan cara
yang baik.”
Dimana dengan arti, wanita itu diciptakan
dari tulang rusuk laki-laki, apabila ada yang bengkok pada tulang rusuk, maka
kamu para lelaki hendaklah meluruskannya. Bila kamu meluruskannya berarti kamu
akan memamatahkannya, dan didalamnya ada kebengkokan, maka hati-hati dalam
memperlakukannya.
Allah SWT memberikan
kemuliaan kepada seorang istri dengan menjadikan semua urusan kehidupannya
berada dalam tanggungan suami. Dan tanpa diragukan lagi, laki-laki memang
memiliki derajat yang lebih tinggi dari pada perempuan seperti halnya Allah SWT
berfirman:
“Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena
Allah telah melebihkan sebagian
mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (wanita) dan karena mereka
(laki-laki) telah menafkahkan
sebagian harta mereka. Sebab itu maka wanita yang salehah adalah yang taat
kepada Allah dan memelihara diri ketika suaminya tidak ada.…………” (an-Nisa 4:
34)
“Dan para wanita mempunyai hak-hak yang
seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang makruf. Akan tetapi para suami
mempunyai satu tingkatan kelebihan
dari istrinya. Dan Allah Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.” (al-Baqarah 2: 228)
Rasulullah telah memberikan teladan baik
dalam memuliakan dan memperlakukan perempuan.
pdlik
– AM
tgw
- MAAA
Tidak ada komentar:
Posting Komentar