Selasa, 08 Desember 2015

Tulang Rusuk

Al-Alusi menyatakan hal yang sama dengan Al-Zamakhsyari yaitu tugas laki-laki memimpin perempuan sebagai mana pemimpin memimpin rakyat dalam bentuk perintah, larangan dan yang semacamnya.
Telah diriwayatkan bahwa Asma’ bin Kharijah al-Fazaari berkata kepada anaknya ketika anaknya menikah, “Sesungguhnya engkau  telah keluar dari kehidupanmu, tempat engkau tumbuh. Engkau akan pindah ke tempat tidur orang yang belum pernah engkau kenal. Seorang teman yang tidak pernah akrab denganmu. Jadilah engkau bumi baginya, maka ia akan menjadi langit bagimu. Jadilah engkau lantai baginya, maka ia akan menjadi tiang bagimu. Jadilah engkau budak perempuan baginya, maka ia kan menjadi budak laki-laki bagimu. Jangan pernah engkau menjauhinya, maka ia akan meninggalkan kamu. Apabila ia dekat denganmu, maka dekatkanlah dirimu kepadanya. Dan apabila ia menjauh darimu, maka jauhkanlah dirimu darinya. Jagalah penciumannya, pendengarannya, penglihatannya dari hal-hal yang akan merusak. Janganlah engkau mencium darinya kecuali kebaikan. Dan jangan membuat dirinya mendengar darimu kecuali kebaikan. Dan janganlah ia melihat kepadamu kecuali kebaikanmu.”
Ibarat kata, istri seyogyanya menjadi tumpuan dan sandaran bagi suami dalam keadaan apapun serta menjaga harkat martabat keluarganya.
Dalam pandangan Islam, perempuan bukanlah musuh atau lawan kaum laki-laki. Sebaliknya, perempuan dan laki-laki adalah satu kesatuan dimana perempuan diciptakan dari tulang rusuk belakang sebelah kiri laki-laki. Perempuan adalah pelengkap lak-laki dan laki-laki adalah pelengkap perempuan. Perempuan adalah bagian dari laki-laki dan laki-laki adalah bagian dari perempuan.
Rasulullah SAW berwasiat kepada kaum laki-laki untuk selalu menjaga istri-istrinya: “Berikan nasihat kepada istri-isri kalian, sebab wanita diciptakan dari tulang rusuk yang bengkok. Yang paling bengkok dari tulang rusuk tersebut adalah bagian atas. Jika kalian salah dalam meluruskannya, niscaya ia akan patah. Dan jika kalian membiarkannya (tidak  meluruskannya), niscaya ia akan tetap bengkok. Oleh karena itu, nasihati mereka dengan cara yang baik.”
Dimana dengan arti, wanita itu diciptakan dari tulang rusuk laki-laki, apabila ada yang bengkok pada tulang rusuk, maka kamu para lelaki hendaklah meluruskannya. Bila kamu meluruskannya berarti kamu akan memamatahkannya, dan didalamnya ada kebengkokan, maka hati-hati dalam memperlakukannya.
Allah SWT memberikan kemuliaan kepada seorang istri dengan menjadikan semua urusan kehidupannya berada dalam tanggungan suami. Dan tanpa diragukan lagi, laki-laki memang memiliki derajat yang lebih tinggi dari pada perempuan seperti halnya Allah SWT berfirman:
“Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (wanita) dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian harta mereka. Sebab itu maka wanita yang salehah adalah yang taat kepada Allah dan memelihara diri ketika suaminya tidak ada.…………” (an-Nisa 4: 34)
“Dan para wanita mempunyai hak-hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang makruf. Akan tetapi para suami mempunyai satu tingkatan kelebihan dari istrinya. Dan Allah Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.” (al-Baqarah 2: 228)
Rasulullah telah memberikan teladan baik dalam memuliakan dan memperlakukan perempuan.


pdlik – AM
tgw - MAAA


Tidak ada komentar:

Posting Komentar